March 28, 2008

Romantis

Filed under: Sid punya Cerita

Rizki seorang mahasiswa tanggung yang tinggal di sebuah kost campur. Diantara beberapa wanita yang tinggal di kost itu, seorang menarik perhatiannya. Mischa namanya, gadis manis yang tampak lugu namun bersemangat. Diantara mereka timbul cinta yang tak terungkap. Hanya bahasa tubuh dan perhatian yang bagai sepasang kekasih. Namun tak pernah memadu cinta. Hingga suatu saat….

Hujan rintik sore itu mencairkan semua suasana hati tiap insan yang berlindung dibawahnya. Di samping itu, tampaknya sang dewi cinta sedang membidik panahnya pada sepasang kekasih tanpa sentuhan dalam.
"Rizki", panggil Mischa yang tanpa diketahui telah berada disamping Rizki.
Mencoba menurunkan detak jantungnya, Rizki menjawab santai,
 
"Eh Mischa"
"Sibuk nggak ?" , tanya Mischa pada Rizki.
"Nggak emang kenapa ?" , tanpa jeda, jawaban Rizki langsung dipotong oleh Mischa.
"Anterin aku yuk !"
"Mau nggak ?" , tambah Mischa dengan wajah lugu malu dan memelas.

"AYo, kemana ? " jawab dan tanya Rizki.

"Aku lapar, jadi pengen masak indomie. Tapi indomienya abis" , jelas Mischa.
"Anterin aku pake payung ke warung depan yuk ! " , tawar Mischa sekali lagi.

Karena mereka memang saling mengerti keadaan hati mereka masing - masing, tanpa basa basi Rizki mengiyakan dan lalu menuju keluar. Sambil membuka payung, Rizki memberi anggukan mengajak kepada Mischa yang berada di belakangnya. Diantara hujan yang cukup lebat saat itu, mereka berdempet menghindar basah sehingga tampak sangat mesra. Keadaan itu bertahan hingga mereka sampai di warung depan yang ternyata tutup.

"Yah, gimana dong ?" , tanya Mischa yang memang saat itu ngidam makan indomie di saat hujan.

"Hehehehehehehe" , balas Rizki.
"Sebenernya aku masih punya indomie 2 lagi, tapi yang rasa soto " , jelas Rizki.

"Ih…….", jawab Mischa sambil mencubit Rizki gemas.
"Kenapa ga bilang dari tadi"
"Tapi memang aku yang ngajak sich" , mengoreksi emosinya sendiri dengan senyum yang manis.

Mereka berdua pun berlanjut pulang kembali menuju kost seperti saat berangkat, namun dengan rasa bergetar aneh di dalam dada mereka masing - masing.

"Tapi ada untungnya juga ya", sela Mischa ditengah jarak kecil sampai ke kost.
"Cowok dan cewek berduaan di bawah payung " , sambil memberi gesture manja.

"Kenapa memang?" , balas Rizki dengan tampang kalem.

Mischa mencoba menarik pandangan Rizki dengan muka masam.

"Romantis bego…." , jelas Mischa kepada Rizki.

Mereka berdua berhenti sejenak dibawah payung dan derasnya hujan. Pandangan mereka kini berbeda. Getar yang tadi timbul kini sudah bagai gempa yang bergejolak di dalam jiwa mereka.

"Bagi kamu ini romantis banget ?" , tanya Rizki dengan tampan.
"Iya….", balas Mischa sok marah.
"Emang bagi kamu, apa lagi yang lebih romantis dari ini ?"

Tiba - tiba Rizki membuang payung yang melindungi mereka berdua. Kini mereka basah kuyup membuat Mischa bingung. Terlampau bingungnya, hingga Mischa hanya terdiam dan memandang mata Rizki dengan tajam. Waktu yang hanya beberapa nano detik itu terasa lama bagai menunggu tungku memanas.

"Bagi aku…." , lanjut Rizki dibawah guyuran hujan bersama Mischa.
"Hal yang romantis banget adalah saat sepasang kekasih bercumbu dibawah guyuran hujan"

Mereka berdua terdiam sejenak. Namun busur panah cinta yang kini telah melesat pun akhirnya menancap. Di bawah guyuran hujan, Mischa dan Rizki bercumbu indah. Bagai sebuah adegan di dalam film, dunia ini tampak bagai milik mereka. Seorang aktor dan aktris dalam sebuah adegan cinta. Pertautan bibir mereka dibawah guyuran hujan menjadikan berkah bagi keagungan cinta.

Dan tiba - tiba mereka berhenti. Kembali seperti biasa, menyisakan degup jantung kencang dan kegugupan yang tampak naif.

"Mmmmm……yuk" , ajak Rizki masuk.

Tanpa balasan dari Mischa mereka pun masuk ke dalam kost dan kelanjutannya saya serahkan kepada anda.

(Cerita ini kupersembahkan kepada seseorang yang terlalu sempurna untuk kumiliki) 

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://sicsid.blogsome.com/2008/03/28/romantis/trackback/

  1. saya tau kelanjutannya!

    mereka masuk kedalam kost, lalu makan indomie! yayyy! :|
    tapi ternyata Mischa marah karena dia lebih suka Mie Sedapp ketimbang Indomie.. yaayy! :P

    *nge-junk dulu lahhh.. :D

    Comment by rizalrenaldi — April 23, 2008 @ 2:29 pm

  2. Kurang…..kurang mantap junknya. Gmana kalo mereka kepeleset pas lari - larian menuju kostan dan terjatuh pas kepala belakangnya sampe lupa mereka tadi abis ngapain dan mau ngapain. End of the story…..hmmmm…..

    Comment by Sic Sid — April 27, 2008 @ 11:45 am

  3. Wow.It’s cool

    Comment by Dhanu — January 3, 2009 @ 4:20 pm

  4. thanks…..buat mas Dhanu

    Comment by Administrator — January 5, 2009 @ 2:21 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.